Clouds descend as the Sound rise
a Chirping from Grasshopper
Racing for the break of Morrow
a Bird dog Bark for a wake
Calling for a Hunt
Season starts Today

Bird Hunting Season
Clouds descend as the Sound rise
a Chirping from Grasshopper
Racing for the break of Morrow
a Bird dog Bark for a wake
Calling for a Hunt
Season starts Today

Bird Hunting Season
“aku lahir dari letupan ibuku” teriaknya
gelegar menyahut lahirnya
keruh, hijau dan membiru
segara anak lahir dari letupan
merusak di pinggul putri rinjani
merobek dan mengubah paras sang putri
aku terhentak, oleh desiran angin
tersadar sementara waktu
segara anak di pundak rinjani
sang putri berubah menjadi ibu
menggendong segara anak
cacatnya menjadi indah oleh segara anak
sang ibu nampak tenang
tetap cantik berselendang kabut
perubahan dari dalam
gunung baru, danau baru
yang baru berasal dari dalam
yang lama tak lagi nampak
membayang karma atas perbuatan
teringat akan ayat-ayat penyucian
bukankah hidup adalah sebuah perjalanan?
ataukah sebuah pengabdian?
detak jantung dan dengung telinga seakan bercerita
tentang manusia dan dirinya
dalam ketenangan ada jawabnya
dalam syukur ada ceritanya
yang bijak berlalu, yang hikmat terlewatkan
yang tertinggal hanyalah tindakan
yang duduk bersama kepatuhan
yang bercengkrama tentang kebenaran
desing peluru menyayat telingaku
menembus dada dan jantungku
ledakan asa mebawa langkahku
tuk pulang bertemu keluargaku
tak lelah
tidak pasrah
meski luka bertambah parah
serasa ingin marah
anakku, bapak tak sanggup lagi
kau harus tetap pergi
mengejar apa yang kau impikan
perjuangan ini demi masa depan
bapak harus pergi
hapus airmatamu dan berdiri
simpan tangismu untuk negri
karna senja telah pergi
pagi harimu akan berlangit biru
karna langit tlah berhenti terharu
hari akan terus berjalan
tatap terus ke depan
24 minutes ago – Edit – Delete
Source(s):
Nafas terakhir ayah kepada sang anak
by: Jeff – 08012009
Jawaban atas “Perang – Anak“
musim rontok sudah datang,aku kedinginan
pada kenyataan yang ada
apa yang telah di ciptakan manusia
sehingga menciptakan semua ketakutan ini
dalam kedinginan ini apa yang bisa kukenakan
dalam perut yang lapar dan haus
apa yang bisa kumakan dan kuminum
aku hanya bisa melihat pada langit di angkasa
langit biru dimana tempat yang paling aman dan bebas
kalau saja aku bisa meminta pada langit biru
jangan lagi ada perang di negriku
aku ingin pergi kesekolah dan rela bekerja
agar aku tak lagi kelaparan dan kedinginan
demikian aku berteriak pada langit biru
by: Resa 8 Januari 2008
Terinspirasi oleh anak anak korban perang di camp Ox.org.dan kudedikasikan bagi mereka…
“hidup adalah hidup, cinta adalah cinta” hibur temanku
seperti angin di hutan bambu
mendesir tapi tak terdengar
dingin tapi tak terasa
ada namun tak terlihat
“cinta bak angin” bijak sahabatku
tak tergenggam meski membelai
tak terkejar meski mengiringi
tak selamanya meski menemani
tak kunjung muncul meski mengibarkan
Cinta ada karena Hidup
dan Hidup berarti oleh Cinta
teriring datangnya hujan, pelangi-KU menantimu
janji-KU akan kebaikan-KU, takkan pernah murka-KU
menenggelamkanmu
fajar adalah bukti kesetian-KU, bintang adalah bukti penjagaan-KU
agar jalanmu terang dan tidurmu lelap
sesungguhnya tangan-KU sampai dan telinga-KU mendengar
namun kejijikanmu menyamarkan doa dan ratapmu
tinggalkan dan berpalinglah, semaikan kata-kata-KU dalam hatimu
dan tuailah janji-KU kepadamu
sampai akhir langkah-KU mengiringimu
by: Jeff – 06012009