Jeff

Archive for 2009

Teh Tarik

In Poems on August 6, 2009 at 2:10 pm

teh-tarik

Menghirup secangkir teh tarik 
Merangkai masa lalu

Merasakan segarnya pagi mengisi perut
Hinggap di atap gedung bersama burung dara sore-sore

Menatap gesa pulang kantor di terminal bis
Hingga gurau tengah malam  bersama sahabat

Musim berlalu, Teman berganti, Batas bergeser
Semuanya tetap ada dalam secangkir teh tarik

by: Jeff – 06082009 – On Sipping his Teh Tarik

Man in The Mirror

In Poems on July 6, 2009 at 8:51 am
identity

identity

From the Bad comes the Good
Words which bringing Question
If I have taken part on the suffering of others
If i am the causes with alibi

A Pilate to many who doesn’t even on trial
A Pete who denying what he could do best
As James said it right
To do what must be done

I’m looking @ the murderer
I’m looking @ the killer
I’m looking @ the man in the mirror
and know what must be done

-JT on MJ’s Man in the Mirror

====
Read the rest of this entry »

10 Tindakan Gentlement

In Personality on June 19, 2009 at 5:10 am

Jika Anda seorang gentlemen, maka Anda tentunya akan bekerja keras demi membuat pasangan Anda merasa terlindungi dan aman di sisi Anda. Dari berbagai cara yang ada, ternyata ada 10 tanda yang paling menunjukkan bahwa Anda adalah seorang gentlemen sempurna.

No.10 – Berjalanlah di Sisi Luar Kaki Lima

Memang kelihatan remeh, tapi dengan berada di sisi luar, dan dia berada di sisi dalam (lebih jauh dari lalu lintas), ia akan berada di posisi yang aman, jika ada mobil yang melaju kencang dan melintasi kubangan air, maka Anda sebagai seorang gentlemen akan melindungi dia dan membuat bajunya utuh dan tidak rusak oleh cipratan air tadi. Lagipula, dengan cara ini, anda melindungi dia dari bahaya lalu lintas yang ada. Perempuan akan lebih merasa terlindungi oleh tindakan Anda yang kesatria ini.

No.9 – Biarkan Dia Duduk Lebih Dulu

Dulu, seorang pria akan diharapkan menarik kursi terlebih dulu buat pasangan, sekarang tindakan ini dianggap terlalu formal. Tapi tidak pernah ada salahnya, anda membiarkan dia duduk terlebih dahulu. Berdiri sedikit lebih lama akan membuat dia merasa lebih dihormati, walaupun mungkin dia tidak menyadarinya. Jangan terlalu jelas menunjukkan hal ini, karena seringkali dia akan merasa jengah. Jika tindakan ini berhasil, maka Anda akan menunjukkan bahwa Anda ingin dia merasa nyaman terlebih dahulu.
Read the rest of this entry »

Hunting Season

In Poems on January 16, 2009 at 6:32 am

Clouds descend as the Sound rise
a Chirping from Grasshopper
Racing for the break of Morrow
a Bird dog Bark for a wake
Calling for a Hunt
Season starts Today

Bird Hunting Season

Bird Hunting Season

by: Jeff – 16012009

Kenangan Dalam Khayalan

In Poems on January 12, 2009 at 12:09 pm
dingin kumenatap segara anak
danau baru di puncak tua
hutan hijau terkuak birunya air

“aku lahir dari letupan ibuku” teriaknya
gelegar menyahut lahirnya
keruh, hijau dan membiru

segara anak lahir dari letupan
merusak di pinggul putri rinjani
merobek dan mengubah paras sang putri

aku terhentak, oleh desiran angin
tersadar sementara waktu
segara anak di pundak rinjani

sang putri berubah menjadi ibu
menggendong segara anak
cacatnya menjadi indah oleh segara anak

sang ibu nampak tenang
tetap cantik berselendang kabut
perubahan dari dalam

gunung baru, danau baru
yang baru berasal dari dalam
yang lama tak lagi nampak

Tapa

In Poems on January 12, 2009 at 3:41 am
satu titik dalam keheningan
menatap lurus dengan mata terpejam

membayang karma atas perbuatan
teringat akan ayat-ayat penyucian

bukankah hidup adalah sebuah perjalanan?
ataukah sebuah pengabdian?

detak jantung dan dengung telinga seakan bercerita
tentang manusia dan dirinya

dalam ketenangan ada jawabnya
dalam syukur ada ceritanya

yang bijak berlalu, yang hikmat terlewatkan
yang tertinggal hanyalah tindakan

yang duduk bersama kepatuhan
yang bercengkrama tentang kebenaran

Terinspirasi dari:

Perang – Ayah

In Poems on January 8, 2009 at 4:32 am

desing peluru menyayat telingaku
menembus dada dan jantungku
ledakan asa mebawa langkahku
tuk pulang bertemu keluargaku

tak lelah
tidak pasrah
meski luka bertambah parah
serasa ingin marah

anakku, bapak tak sanggup lagi
kau harus tetap pergi
mengejar apa yang kau impikan
perjuangan ini demi masa depan

bapak harus pergi
hapus airmatamu dan berdiri
simpan tangismu untuk negri
karna senja telah pergi

pagi harimu akan berlangit biru
karna langit tlah berhenti terharu
hari akan terus berjalan
tatap terus ke depan
24 minutes ago – Edit – Delete
Source(s):
Nafas terakhir ayah kepada sang anak

by: Jeff – 08012009

Jawaban atas “Perang – Anak

Perang – Anak

In Poems on January 8, 2009 at 4:22 am
Ketika akhirnya damai itu datang
aku kelaparan
aku berjalan keseluruh tempat
mencari cari sesuatu yang bisa ku makan
masih kulihat wajah ayah terbakar
dan aku tahu ia tak lagi hidup

musim rontok sudah datang,aku kedinginan
pada kenyataan yang ada
apa yang telah di ciptakan manusia
sehingga menciptakan semua ketakutan ini

dalam kedinginan ini apa yang bisa kukenakan
dalam perut yang lapar dan haus
apa yang bisa kumakan dan kuminum
aku hanya bisa melihat pada langit di angkasa
langit biru dimana tempat yang paling aman dan bebas

kalau saja aku bisa meminta pada langit biru
jangan lagi ada perang di negriku
aku ingin pergi kesekolah dan rela bekerja
agar aku tak lagi kelaparan dan kedinginan
demikian aku berteriak pada langit biru

by: Resa 8 Januari 2008

Terinspirasi oleh anak anak korban perang di camp Ox.org.dan kudedikasikan bagi mereka…

Taken from:

Cinta Berlalu

In Poems on January 5, 2009 at 12:11 pm
kenangan indah tertoreh dijiwa
betapa ingin semua terulang
hati lapang menatap senyuman
yang sesungguhnya lambaian
termenung

“hidup adalah hidup, cinta adalah cinta” hibur temanku
seperti angin di hutan bambu
mendesir tapi tak terdengar
dingin tapi tak terasa
ada namun tak terlihat

“cinta bak angin” bijak sahabatku
tak tergenggam meski membelai
tak terkejar meski mengiringi
tak selamanya meski menemani
tak kunjung muncul meski mengibarkan

Cinta ada karena Hidup
dan Hidup berarti oleh Cinta

Janji

In Poems on January 5, 2009 at 12:05 pm

teriring datangnya hujan, pelangi-KU menantimu
janji-KU akan kebaikan-KU, takkan pernah murka-KU
menenggelamkanmu

fajar adalah bukti kesetian-KU, bintang adalah bukti penjagaan-KU
agar jalanmu terang dan tidurmu lelap

sesungguhnya tangan-KU sampai dan telinga-KU mendengar
namun kejijikanmu menyamarkan doa dan ratapmu

tinggalkan dan berpalinglah, semaikan kata-kata-KU dalam hatimu
dan tuailah janji-KU kepadamu

sampai akhir langkah-KU mengiringimu

by: Jeff – 06012009